Acep Somantri : Program Harmoni Nusantara untuk Memberikan Edukasi, Membangun Pengakuan dan Penghargaan

YOGYAKARTA — Acep Somantri, Ketua Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas menyampaikan sambutan dalam agenda Launching/Peluncuran dan Sosialisasi Program Harmoni Nusantara : Yogyakarta untuk Indonesia dan Dunia, Sabtu, 20 September 2025 di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Di awal sambutannya, Acep atas nama yayasan menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Institut Seni Indonesia Yogyakarta atas dukungan dalam acara yang dilaksanakan hari ini.

“Kepada para Rektor, para Wakil Rektor, dan seluruh Civitas Academica, atas dukungan dan kerja samanya yang sangat baik sehingga acara pada hari ini dapat kita laksanakan bersama,” ujarnya.
 
Ia menceritakan pengalaman pribadinya, bahwa pernah bekerja di luar negeri lebih dari 13 tahun sebagai diplomat Indonesia; 3,5 Tahun di Washington DC, 7 tahun di Jenewa, Swiss dan 3 tahun di Frankfurt, Jerman.
 
“Selama 13 tahun tersebut saya mencermati dan melihat langsung bahwa kehidupan para seniman musik dan seni budaya di Amerika Serika dan Eropa itu sangat Sejahtera, tidak ada yang berada dalam garis kemiskinan, meskipun kerja sehari-harinya menjadi pengamen jalanan,” terangnya.

Disampaikan bahwa karya-karya mereka diakui bukan hanya di komunitas lokalnya, namun juga mendunia. Bahkan di Indonesia sangat mengenal karya-karya musisi dari Barat, karya-karya musisi, pencipta lagu dan penyanyi dari Amerika dan Eropa.
 
Menurutnya, kuncinya adalah adanya pengakuan dan penghargaan, adanya recognition dan appreciation dari semua pemangku kepentingan – baik Masyarakat, industri musik dan pemerintah.

“Dengan pengakuan dan penghargaan tersebut menghasilkan penghidupan ekonomi dan kesejahteraan bagi para seniman musik dan seni budaya,” terangnya.
 
Acep menyebut bahwa hal tersebut menjadi salah satu tujuan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas bekerja sama dengan Nuon dan PlayUp membangun program Harmoni Nusantara.

“Dengan tujuan utama memberikan edukasi, membangun pengakuan dan penghargaan, sehingga diharapkan dapat membangun kesadaran seniman musik dan seni budaya mengenai arti penting karya cipta dan seninya untuk memperkaya ekosistem musik nasional, sekaligus memperkuat nilai budaya lokal,” imbuhnya.

Ditegaskan bahwa program ini akan diawali di Yogyakarta dan akan dilanjutkan di berbagai daerah lainnya di Indonesia, sehingga menjadi sebuah Gerakan Nasional Harmoni Nusantara.
 
“Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas ini sebenarnya baru didirikan pada tanggal 12 April 2025 di Jakarta oleh sejumlah pendiri yang dipimpin oleh Ibu Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi,” sebut Acep.

Yayasan memiliki visi untuk ikut serta mengembangkan potensi anak, remaja dan pemuda sebagai generasi penerus bangsa agar menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki kompetensi dan mampu berjejaring secara nasional maupun global di bidang kepemimpinan, pendidikan karakter, pendidikan perdamaian, lingkungan hidup, dan seni budaya.
 
Demikian dengan komitmen yang tinggi dalam memajukan seni budaya lokal dan nasional, Yayasan menjalin kerja sama dengan NuOn dan PlayUp untuk memfasilitasi seni budaya lokal menjadi karya yang terus membahana di seluruh nusantara dan dunia.

“Atas nama Yayasan, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada NuOn dan PlayUp atas kerja samanya sehingga Program Harmoni Nusantara: Yogyakarta untuk Indonesia dan Dunia dapat kita luncurkan pada hari ini,” lanjutnya.
 
Di akhir sambutannya, Acep berharap semoga program ini dapat memberikan manfaat bagi para seniman musik dan seni budaya serta kalangan pemerintah, pengusaha dan seluruh pemangku kepentingan industri musik dan seni budaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *